Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2011

Jika Takabur, Habislah Satya Buana

Catatan:
Kharisma Abadi *)


Suatu malam di awal Tahun 1990-an. Jarum pada jam dinding menunjukkan jam 12 malam lebih. Ketika itu, Pak Wono – panggilan Drs Edi Suwono- sedang bersantai di rumahnya yang terletak di Jalan Diponegoro, Pasuruan Jawa Timur. Suasananya sudah sepi. Sejumlah pasien yang minta diterapi Pak Wono sudah pulang. Pak Wono hanya ditemani seorang murid. Namanya Michael Kusuma.

Michael adalah salah satu murid Pak Wono yang sebenarnya termasuk senior. Dia warga etnis Tionghoa, tetapi sangat percaya dengan apa yang diajarkan mendiang Pak Wono. Waktu itu, POTD Satya Buana belum lahir. Di masa tersebut, Pak Wono dan Michael masih mengikuti disiplin ilmu tenaga dalam lain.

Sambil menikmati angin malam dan heningnya suasana, terjadi obrolan berikut.

Rabu, 05 Januari 2011

Insya Allah, Satya Buana Masih Lurus

Catatan : Kharisma Abadi
Saat anda mendengar istilah tenaga dalam, apa yang kali pertama muncul di benak anda?


Jawabannya pasti beragam. Ada menganggap tenaga dalam (TD) itu pukulan jarak jauh. Atau memukul lawan tanpa disentuh lalu terpental. Atau juga, TD itu memecahkan mampu memecahkan setumpuk balok es, berjalan di atas bara api, kebal bacokan, berdiri diatas kertas yang diangkat, membengkokkan besi, dan sebagainya. Pasti itulah yang muncul di sebagian benak kita, karena memang hanya itulah yang selama ini paling sering didemokan para praktisi TD.

Ada juga yang menganggap TD itu tidak ada dan hanya trik tipuan. Buktinya, kenapa Indonesia bisa dijajah selama 3,5 abad oleh Belanda kalau memang dulu banyak orang sakti yang menguasai TD. Bahkan, ada juga kalangan ekstrim yang mengharamkan belajar TD, karena dari pengalaman mereka, TD itu syirik dan bersekutu dengan jin.

Semua informasi itu bisa anda dapatkan di internet ini. Internet memang gudangnya informasi, mulai baik sampai buruk, mulai benar sampai salah, sampai informasi yang dianggap sampah juga luar bisa berjubel banyaknya. Jangankan soal TD yang remeh, soal perbedaan agama yang sensitif pun juga saling serang di internet.

Pokoknya, anda jangan sampai bingung…kalau bingung,…ya pegangan dong….(he…he…he…)

Banyak definisi tentang tenaga dalam. Namun menurut saya, tenaga dalam itu sebenarnya adalah tenaga bioelektromagnet yang ada dalam tubuh manusia. Bioelektromagnet berhubungan dengan potensi biolistrik dalam tubuh kita, dimana bila ada medan listrik maka dipastikan juga terdapat medan magnet.

Kenapa kita kalah dengan penjajah selama ratusan tahun, padahal banyak terdapat orang sakti di jaman dulu ? Hal itu juga sudah saya jabarkan di tulisan terdahulu. TD atau ilmu kesaktian di nusantara kita saat itu hanya kebal bacokan atau kebal pukulan, tetapi tidak kebal peluru. Maka para pendekar di jaman itu mencari semacam ritual –katakanlah begitu- supaya bisa kebal peluru juga. Karena belajarnya susah, maka tak banyak orang yang bisa menguasai kebal tembakan. Selain itu resikonya nyawa, jadi ya siapa sih yang mau menguji nyawa yang cuma ada satu ini ?



Rabu, 20 Oktober 2010

Metode Dasar Penyembuhan POTD Satya Buana

oleh : Kharisma Abadi

Bagaimana sebenarnya teknik membantu penyembuhan untuk orang lain ? Pertanyaan ini seringkali muncul pada kawan-kawan di tingkat pemula sampai Tiga Serangkai. Tapi tidak jarang juga yang sudah tingkatan PM (Prana Midi) juga menanyakan hal ini.

Sebenarnya, teknik penyembuhan untuk membantu orang lain melalui sistem POTD Satya Buana sangatlah mudah dan sederhana. Bahkan, lebih mudah daripada mengemudikan sepeda motor. Yang diperlukan hanyalah ketulusan niat yang ikhlas, berdoa kepada Tuhan mohon pertolongan dan ridha-Nya serta rasa percaya diri.

Dari pengalaman selama ini, yang sering menjadi ganjalan adalah syarat ketiga itu. Banyak yang merasa kurang percaya diri terhadap kemampuannya sendiri. Penyebabnya banyak faktor. Ada yang merasa power getarannya kurang, jarang latihan, atau ragu-ragu karena pasien yang hendak dibantu penyakitnya tergolong kelas berat.

Jumat, 03 September 2010

Mengapa (Masih) Bisa Sakit ?

Catatan : Kharisma Abadi *)

Pertanyaan tersebut muncul di tengah-tengah silahturahmi Munas ke-4 Yayasan Pelatihan Olah Tenaga Dalam Satya Buana di Jakarta, Juli 2010 yang lalu. Sejumlah peserta munas mempertanyakan mengapa sekalipun sudah mempunyai sistem tenaga dalam kita masih saja dapat terserang penyakit.

Hal tersebut didasarkan pada pengalaman atau riwayat beberapa pengurus atau peserta POTD Satya Buana yang pernah sakit. Selain itu juga ada beberapa pengurus POTD SB atau penggiat SB yang juga wafat karena sakit. Ada diantara mereka yang wafat karena terserang kanker.

Atas pertanyaan tersebut, saya langsung mencari jawabannya.

Minggu, 30 Mei 2010

ETIKA PENGHUSADA POTD SATYA BUANA

  1. Penghusada adalah figur/orang yang karena kemampuannya memperoleh kepercayaan dari pasien/kliennya. Untuk itu penguhusada hendaknya dapat menjaga kepercayaan tersebut dengan menunjukkan sikap dewasa, percaya diri dan siap menjadi pemecah masalah.
  2. Penghusada hendaknya selalu bersikap netral dalam menyikapi pasien/klien tanpa membedakan status sosial, jenis kelamin dan sifat karakteristiknya.
  3. Penghusada dalam memberikan layanan kepada pasien/klien hendaknya senantiasa menjaga sikap rendah hati, santun, hormat dan memberikan perhatian secara tulus.
  4. Penghusada hendaknya senantiasa bersikap jujur dan konsistem di dalam memberikan penjelasan tentang masalah/kasus yang dialami pasien/klien dan tidak melakukan kebohongan hanya untuk keuntungan pribadi bagi penghusada.
  5. Sikap kejujuran penghusada perlu disertai pertimbangan dan kearifan dengan prinsip tidak memberatkan beban pasien/klien, tetapi justru mendorong tumbuhnya semangat dan harapan untuk sembuh.
  6. Penghusada wajib menjaga kerahasiaan pasien/klien dan tidak membuka atau mengekspos kepada pihak lain tanpa ijin dari yang bersangkutan, kecuali dalam rangka konsultasi antar penghusada atau konsultasi dengan pakar di bidang masalah tersebut
  7. Penghusada dalam terapan/praktek penanganan pasien/klien harus tetap didampingi keluarga pasien/klien atau orang lain yang dipercaya oleh pasien/klien dan dilaksanakan dalam ruangan yang berfungsi sebagai fasilitas umum.
  8. Penghusada hendaknya tetap konsisten dalam memberikan layanan penetralan/terapi pada pasien/klien sesuai diagnosa yang diyakini penghusada dan senantiasa menjaga tidak terjadinya tindakan asusila.
  9. Penghusada harus meminta ijin atau kesediaan pasien/klien atau keluarganya apabila atas pertimbangan diagnosa dan keyakinannya akan melakukan terapan dengan sentuhan pada bagian tubuh tertentu. Apabila pasien menolak/keberatan, penghusada wajib menghormati dan tidak memaksakan keyakinannya.
  10. Penghusada perlu membatasi diri dalam melakukan bantuan penetralan kepada pasien/klien, baik dalam bentuk sentuhan fisik, peralatan/sarana tertentu maupun obat-obatan / jamu / suplemen dengan mendasarkan kepada sikap kejujuran, konsisten serta sikap tanggung jawab terhadap pasien/klien, orgnisasi/almamater maupun kepada Allah SWT.
  11. Penghusada tidak dibenarkan membatasi/melarang hak pasien/klien dalam upaya memperoleh kesehatan/kesembuhannya melalui metode pengobatan lainnya.
  12. Setiap penghusada wajib saling menghormati dan menjaga hubungan baik serta menghindari sikap saling menjatuhkan dan permusuhan karena adanya unsur persaingan.
  13. Setiap penghusada hendaknya senantiasa mengembangkan kemampuannya baik melalui peningkatan hasil latihan maupun dengan menambah ilmu pengetahuan tanpa henti.
  14. Di atas segalanya penghusada harus percaya bahwa kesembuhan ada di tangan Allah SWT, untuk itu perlu disadari dan dijaga segala ucapan dan tindakan agar senantiasa mendapat pertolongan dan kemurahan Allah SWT.

Minggu, 24 Januari 2010

Doa yang terpantul

Catatan : Kharisma Abadi ( Humas Satya Buana Surabaya)
Inilah baiknya belajar Satya Buana secara utuh. Tidak setengah-setengah. Banyak sekali pengalaman yang bisa kita peroleh disini. Tak hanya sekedar kesehatan yang optimal, namun pengalaman spiritual pun bisa anda dapatkan.
Namun… sebelum anda memulai asyiknya pengalaman spiritual, ada sejumlah koridor syarat yang mesti dipenuhi. Tujuan utamanya supaya anda tidak salah arah, dan yang paling penting, tidak keliru dalam menafsirkan pengalaman spiritual anda itu. Sebab, kekeliruan dalam menafsirkan pengalaman spiritual bisa saja berakibat fatal, yakni menggelincirkan anda ke syirik. Syukurlah hingga saat ini tidak ada kejadian semacam itu.
Tentu saja, hukum syirik alias menyekutukan Tuhan disini khusus berlaku bagi anda anggota Satya Buana yang muslim. Lantas, bagaimana dengan saudara – saudara kita anggota Satya Buana yang non muslim ? Mereka juga bisa mengalami pengalaman spiritual. Semua mempunyai hak yang sama.
Saya masih ingat, ketika dulu sering dilatih oleh pembina untuk mengenal dimensi alam di sekitar manusia. Aktivitas yang kemudian di tahun 1997, dikenalkan sebagai Teknik Lintas Dimensi oleh Ir Firmansjah Kartawidjaja, salah satu anggota dewan pembina yang bermukim di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Saat itu yang dibahas adalah soal ini : Mengapa ada doa yang tidak dikabulkan oleh Tuhan ? Terkait soal ini, saya yakin anda yang mempunyai pengetahuan agama jauh lebih baik daripada saya bisa menjawabnya dengan berbagai dasar, baik itu bersumber pada hadis nabi atau pendapat para ulama. Namun, saya tidak akan membahasnya sehubungan dengan itu, karena banyak yang jauh lebih berkompeten menjawabnya bila dikaitkan dengan ajaran agama Islam. Saya hanya membatasinya kaitannya antara perihal syirik dengan doa yang dipanjatkan seseorang, karena memang itulah yang saat itu saya pelajari.
Ketika saya belajar untuk mengetahui masalah itu, Pembina Edi Suwono sempat mengatakan, bahwa doa sampai ke Allah atau tidak, sangat berkaitan erat dengan ada tidaknya kesyirikan dalam hati seseorang. Syirik adalah dosa yang tak terampuni, karena seseorang mempersekutukan Allah dengan sesuatu. Mempersekutukan berarti menyamakan, menganggap bahwa ada sesuatu yang juga berkuasa ‘berbuat sesuatu’. Dan perilaku ini tak bisa dibenarkan dengan dalil apapun. Begitu tegasnya prinsip aqidah Islam yang hendak dijaga melalui POTD Satya Buana.
Untuk lebih jelasnya, saya menggunakan teknik untuk melihat sebuah aktivitas doa bersama, yang dipanjatkan oleh sekelompok orang. Bukan kelompok biasa sebenarnya, karena doa bersama itu langsung dipimpin oleh para tokoh pimpinannya juga, yang sangat dihormati dan disegani. Sebelum membaca doa utama pun, mereka juga harus melalui serangkaian bacaan yang juga disusun sedemikian rupa. Bahkan, prosesi doa bersama itu berjalan cukup lama, karena memang banyak materi bacaan yang –menurut mereka- mutlak dibaca.
Tetapi, apa yang terjadi secara spiritual sungguh diluar dugaan saya. Saya sangat tidak percaya dengan apa yang saya lihat sendiri. Aura pancaran dari doa yang mereka panjatkan itu ternyata tidak bisa menembus tujuh lapis langit. Aura doa itu berhenti di langit dunia saja. Dan…tidak hanya sekedar berhenti. Aura doa yang berasal dari bacaan yang mereka ucapkan, juga terpantul kembali ke bumi. Seperti ada lapisan kaca yang memantulkan aura doa itu, sehingga tak bisa menembus tujuh lapis langit. Lantas,.. sia – siakah doa yang mereka baca itu ? Waallahu’alambisshawab.,.
Saya pun protes kepada pembina, mengapa doa itu terpantul ? Pembina tidak menjawab, tetapi justru meminta saya untuk mencari tahu sendiri. Saya pun melakukan scan menyeluruh terhadap aktivitas doa tersebut, dan hasilnya baru saya tahu, karena ada unsur lain yang juga terlibat. Unsur lain ya berhubungan dengan perihal syirik tadi.
Meskipun saya mengetahui hikmah dibalik aktivitas itu, saya atau anda tidak berhak memvonis bahwa mereka yang terlibat pada acara ritual itu musyrik. Mungkin, mereka tidak tahu dan tidak menyadari apa yang terjadi sebenarnya karena memang tidak ada yang memberitahu mereka. Sekalipun toh diberitahu, sangat besar kemungkinan mereka tak percaya, dan bisa menuduh sebaliknya. Jadi, mari kita kembalikan kepada Allah saja…
Selain syirik, doa yang terpantul juga bisa terjadi dari halal atau tidaknya makanan dan minuman yang kita konsumsi. Tak sekedar makanan atau minumannya, tetapi juga uang yang kita gunakan untuk beli makan dan minum tadi, berasal dari jalan yang halal atau tidak. Ini yang masih belum banyak dari kita yang menyadarinya. Bisa jadi kita selalu makan tahu dan tempe, tetapi kalau uangnya didapat dari mencuri, menipu, atau riba ? Bukankah sama saja ? Sangat disayangkan apabila itu terjadi. Kalau orang itu berdoa atau meminta sesuatu kepada Tuhan, doanya juga akan terpantul.
Belakangan, aktivitas serupa seperti apa yang saya amati sekitar akhir tahun 90-an itu, juga terjadi kampung saya. Sekelompok orang selalu mengadakan ritual di sebuah tempat ibadah pada malam – malam tertentu. Menurut informasi dari warga sekitar yang sempat diajak bergabung, mereka juga dengan bangganya selalu memamerkan perhiasan batu akik yang dipercaya mempunyai kemampuan khusus. Prosesi ritual pun tak jauh berbeda dengan yang lain. Sederetan bacaan harus dilalui sebelum membaca doa utama. Dan, doa yang terpantul itu kembali saya lihat…(*)

Senin, 31 Agustus 2009

Menegakkan Akal Sehat di Satya Buana

Catatan : Kharisma Abadi (Humas Satya Buana Surabaya)

"Saya jadi kuatir mengobati orang, pak. Sekarang kan lagi musimnya penyakit yang disebabkan virus, bakteri dan sebagainya. Gimana ya, apa virus itu bisa kena ke badan kita kalau kita menerapi orang ?”

Pertanyaan itu ditanyakan seorang anggota perempuan Satya Buana Surabaya saat makan malam bersama Yoyo Sutjahyo, Pjs Ketua POTD Satya Buana Pusat setelah evaluasi di Surabaya awal Agustus 2009 kemarin. Kebetulan teman kita ini termasuk orang yang cukup aktif menggunakan Satya Buana untuk penyembuhan, jadi saya rasa, pertanyaannya sangat wajar. Dan mungkin, juga jadi pertanyaan kita semua yang menggeluti latihan pernafasan ini.

Saya rasa sekaranglah saatnya untuk mulai mengenalkan sebuah seni, yakni “seni” menggunakan akal sehat di Satya Buana. Kita tahu, pengalaman panjang dari Satya Buana selama ini menemukan banyak sekali kasus penyakit, yang sebagian besar diantaranya disebabkan adanya “muatan” faktor X alias non medis. Misalnya saja, limbah kekuatan dari leluhur atau akibat perbuatan kita sendiri yang tanpa disengaja dinilai mengganggu dunia lain. Ada juga yang disebabkan serangan mistik dari orang lain. Pengalaman-pengalaman semacam itulah yang membuat orang lain atau bukan anggota Satya Buana menilai kejadian itu diluar akal sehat. Tak bisa diterima akal, begitu kata orang-orang yang menganut paham sekuler. Tetapi, dengan pengalaman seabrek di lingkup non medis atau faktor X, nyatanya tidak membuat kita kehilangan akal sehat. Inilah bedanya sistem POTD Satya Buana dengan metode lain.
Kuncinya adalah : kita mengolah otak kanan dan otak kiri lalu menyeimbangkannya. Lantas menggunakan potensi kedua belahan otak itu secara maksimal. Dengan latihan seperti itu (di tingkat PB / payung berputar), nalar setiap peserta Satya Buana berjalan dengan normal, alamiah, dan wajar. Kita terlatih untuk menggunakan otak kanan yang berdimensi metafisika, imajinasi, seni, sedangkan otak kiri yang berpikir logika juga semakin baik. Bayangkan, metode ini sudah ditemukan sejak 1993 lalu, saat dimana belum banyak dijumpai metode pengembangan otak kanan dan otak kiri.
Tidak seperti sekarang, kita sering menemukan pelatihan atau training pemaksimalan otak kanan dan otak kiri. Trainernya pun bukan anggota Satya Buana. Tak mengapa, itu artinya metode pelatihan Satya Buana berada dalam jalur yang baik dan apa yang ditemukan Pembina Satya Buana Edi Suwono memang bermanfaat untuk manusia, sekalipun pada saat turunnya metode Satya Buana 16 tahun lalu, banyak pihak yang meragukan faedahnya.

Hasil latihan di tingkat PB tersebut salah satunya bermanfaat saat saya harus menjawab pertanyaan saudara kita dari Surabaya tadi. Bagaimana kemampuan ilmu ini dalam melawan virus, bakteri atau kuman ? Virus, bakteri atau kuman adalah makhluk hidup yang bisa dilihat dengan mikroskop biasa dan khusus virus umumnya dilihat dengan bantuan mikroskop electron dan riset tertentu. Dia tak sama dengan jin atau malaikat, yang berada dalam dimensi metafisika. Virus dan bakteri hidup dengan cara, antara lain, membelah dirinya menjadi puluhan atau ratusan bagian dan membentuk sel – sel baru atau varian baru. Virus dan bakteri berada dalam tataran fisika. Tenaga dalam kita ( sistem Satya Buana) ini bersifat subyektif dan abstrak imajinatif. Subyektif artinya tergantung pada individu yang mengolahnya, sedangkan abstrak imajinatif maksudnya power Satya Buana tak terlihat dengan mata biasa dan kadangkala membutuhkan imajinasi tertentu saat memakainya. Meski tak terlihat, sudah terbukti bahwa power hasil olahan dari daya inti bumi dan prana alam ini bisa dirasakan keberadaannya. Ya…mirip arus listrik itulah…Lalu apakah tenaga dalam yang sifatnya abstrak itu bisa melawan atau membunuh virus dan bakteri yang nyata-nyata ada dan terbukti hidup serta berkembang biak di alam ini ? Jawabnya : secara langsung tidak bisa.Mari kita pahami dulu cara kerja power Satya Buana ini. Getaran yang kita pancarkan dari telapak tangan sejatinya menyentuh bagian bioplasmik dari tubuh. Tubuh apapun, bisa manusia, hewan, atau tumbuhan.Kita tentu ingat tubuh kita ini ada yang disebut bioplasmik yang saling berkaitan dengan tubuh fisik. Getaran tubuh bioplasmik itu muncul dalam bentuk aura.
Nah, dalam tataran inilah power Satya Buana bekerja. Membersihkan bioplasmik dari limbah. Menetralkan segala yang negatif yang menempel atau masuk dalam bioplasmik ini. Pengaruhnya adalah perbaikan aura dari yang kotor jadi bersih. Dari aura yang bocor menjadi tertambal atau utuh kembali. Dari yang terlalu tebal atau tipis auranya menjadi seimbang dan harmonis. Perbaikan – perbaikan itu semua akan berpengaruh pada sel – sel sehat dalam tubuh menjadi aktif untuk menambah daya tahan dan memperbaiki metabolisme tubuh. Daya tahan tubuh yang kuat itulah yang kelak akan menjadi salah satu modal penting untuk melawan keganasan virus dan bakteri merugikan dalam tubuh. Saya menyebutnya “salah satu modal penting”, karena ada modal – modal lainnya yang diperlukan saat mengatasi gangguan penyakit yang disebabkan virus atau bakteri. Modal – modal lain itu cukup banyak, antara lain penggunaan green tea / oolong tea yang dipercaya mengandung senyawa antioksidan dan zat peredam sel kanker, poliphenol citrine. Juga ada penggunaan herbal – herbal tertentu, misalnya daun sambiloto, kunir putih, temulawak, dan sebagainya. Termasuk yang sekarang ini yang formula resepnya masih kita sempurnakan, adalah habbatusauda alias jinten hitam (black cumin), yang bernama latin Nigella sativa. Saya bersyukur, habbatusauda yang sedang dalam fase penyempurnaan formula ini mendapat sambutan positif dari beberapa pasien yang meminumnya. Penggunaan “modal – modal lain” dalam sistem penyembuhan Satya Buana memang diijinkan, sepanjang tidak bertentangan dengan akidah, berlatar belakang sains, dan bertanggung jawab. Tanggung jawab disini berarti bila anda menyarankan suatu bahan atau komposisi herbal pada pasien, anda sendiri terlebih dulu sudah mencobanya berkali-kali dalam jangka waktu lama. Anda memiliki pengetahuan yang baik dalam keamanan penggunaan dan efek sampingnya. Bila anda menggunakan herbal yang sudah terproduk dalam kemasan, pastikan herbal itu legal dengan mempunyai ijin Badan POM (biasanya dengan kode POM TR.), depkes atau dinkes, serta sertifikat halal cangkang kapsul jika herbal itu dikemas dalam bentuk kapsul. Lebih bagus lagi, jika anda bisa mengkonfirmasi kebenaran ijin – ijin itu ke badan yang berwenang. Makin lebih bagus, jika anda bisa melakukan studi banding ke pabrik pembuatannya, melihat dengan seksama proses produksinya. Penggunaan bahan – bahan lain seperti herbal tidak dimaksudkan untuk membuat anda tidak percaya diri saat menggunakan power Satya Buana ketika penyembuhan. Ingat, transfer power Satya Buana adalah langkah wajib yang harus dilakukan. Bila dengan power Satya Buana saja sudah didapat hasil yang sangat baik, mungkin tak perlu penggunaan bahan herbal. Jadi, sifat penggunaan bahan herbal tidak wajib. Lihatlah kasus per kasus lebih dulu. Umumnya, kalau penyakitnya disebabkan virus atau bakteri, barulah penggunaan herbal atau green tea disarankan. Dan jangan lupa, jangan tinggalkan medis. Bila memang harus berkonsultasi dengan dokter, maka konsultasilah. Bila memang harus menjalani general chek up dan ada biayanya, ya lakukanlah.

Sistem penyembuhan di Satya Buana sebenarnya termasuk penyembuhan komplementer, bukan penyembuhan alternatif. Sistem penyembuhan kita ini bisa berjalan serasi dengan medis. Tak boleh meninggalkan sisi medis begitu saja. Kita juga perlu menambah wawasan tentang pola hidup virus dan bakteri. Virus yang mudah menular lewat udara misalnya virus flu (H1N1 untuk flu babi, H5N1 untuk flu burung) dan varian virus H1N1 untuk flu biasa. Jangan pernah anggap remeh penyakit flu. Kesalahan kita (termasuk saya) selama ini sering menganggap enteng flu. Gunakan masker saat anda bergaul dengan orang – orang yang banyak kena flu, atau saat anda menerapi orang yang sedang kena flu. Cuci tangan anda dengan air sabun atau disenfektan setiap habis menerapi atau berjabat tangan dengan orang yang kena flu. Flu mudah menyerang orang yang daya tahan tubuhnya sedang menurun, bisa karena kecapekan, stress, dan sebagainya. Flu juga sangat mudah menyebar di ruangan tertutup dan ber-AC, seperti ruangan kantor dan kabin pesawat. Kalau pas daya tahan tubuh anda pas bagus – bagusnya karena habis latihan, mungkin anda boleh percaya diri. Tapi, sebaiknya anda membiasakan belajar disiplin untuk menjaga kesehatan diri sendiri. Ingat…virus semakin berkembang karena dia juga terus belajar bertahan hidup dan adaptasi dengan lingkungannya…dia semakin pintar saja…
Media penularan virus juga bermacam-macam. Virus HIV misalnya, tak menular lewat udara dan jabat tangan. Juga tak menular melalui keringat atau peralatan makan yang sama. Virus HIV menular lewat tranfusi darah, hubungan seks tak aman, dan jarum suntik. Beda lagi dengan virus hepatitis, misalnya virus hepatitis B yang berawal dari gangguan lever (hati). Virus ini menular lewat air liur, lewat keringat, peralatan makan yang jadi satu, dan hubungan seksual. Jika sudah kronis, dia akan berkembang menjadi sirosis hati dan berakhir dengan kanker hati. Yang berbahaya, virus hepatitis B ini secara medis tak bisa dibunuh. Obat untuk penderita hepatitis B hanya bisa “menidurkan” virus untuk jangka waktu tertentu. Hal yang sama juga berlaku untuk virus HIV, ada jenis obat yang berfungsi memperlambat pergerakan dan perkembangan virus, tetapi belum sampai pada tahap mematikan virusnya. Untungnya virus hepatitis B sudah ada vaksinasi, yang biasanya masuk program imunisasi balita. Ada juga virus HPV (human papiloma virus) yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim bagi wanita. Selain virus HPV, ada juga virus CMV atau cytomegalovirus yang menyebabkan penyakit GBS (Gillan Barre Syndrome), sejenis penyakit syaraf yang mengakibatkan kelumpuhan mendadak pada penderitanya. Penyakit GBS ini juga disebabkan oleh virus Closteridium Yeyeni yang terdapat pada makanan kotor. Kedua jenis penyakit ini bisa disembuhkan dengan kombinasi medis dan terapi tenaga dalam Satya Buana bila belum terlambat. Lain virus lain pula bakteri. Salah satu nama bakteri yang cukup keren adalah Salmonella typhosa. Jangan terlena oleh namanya yang keren, tetapi sesungguhnya bakteri ini menyebabkan gangguan pencernaan, sama dengan “saudara”-nya yakni E Coli. Bakteri jenis ini hidup di air yang tercemar atau lingkungan yang kotor. Kalau masuk ke badan dan daya tahan pas sedang lemah, muncullah mulas yang luar biasa dan berlanjut ke toilet. Kalau sudah berkali-kali buang air besar, ujung-ujungnya dehidrasi.
Kalau sudah begini, meskipun anda seorang anggota Satya Buana yang mumpuni, sebaiknya segera cari obat, oralit, dan pertolongan medis. Disinilah letaknya kesinambungan. Jangan terlalu mengandalkan power anda, tetapi juga jangan terlalu meremehkannya. Bersikap seimbanglah, tahu kapan penggunaan power Satya Buana dan tahu kapan sisi medis atau herbal sebaiknya digunakan. Untuk penyakit yang disebabkan bakteri, biasanya dokter akan memberikan antibiotik yang mesti diminum sampai habis agar bakteri merugikan yang jadi sumber penyakit hilang. Beberapa orang ada yang alergi antibiotik tertentu, jadi konsultasilah dengan dokter saat pemeriksaan.

Mengenali berbagai jenis penyakit dan penyebabnya, serta mengikuti perkembangan terbaru di dunia kedokteran meski dalam batas pengetahuan awam, sudah sangat membantu anda para anggota Satya Buana dalam menerapi orang lain untuk penyembuhan. Terutama jika orang yang anda bantu penyembuhannya itu menderita sakit yang secara medis cukup jelas penyebab dan riwayatnya. Dengan pengetahuan yang cukup baik, kredibilitas anda sebagai seorang penghusada Satya Buana akan meningkat.