Tampilkan postingan dengan label Keilmuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keilmuan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Februari 2011

Cabang-cabang Keilmuan Satya Buana


Dalam perkembangannya sejak berdiri tahun 1993, keilmuan Satya Buana telah terbagi dalam 5 (lima) cabang keilmuan khusus, untuk menjawab kebutuhan dan tuntunan zaman yang semakin tua. 5 (lima) keilmuan tersebut tetap bersumber pada keilmuan induknya, yaitu keilmuan Satya Buana.

5 (lima) cabang keilmuan tersebut adalah :
  1. Keilmuan “Satya Buana” (Micro Cosmos); tujuannya mewujudkan manusia dengan kondisi sehat jasmani dan rohani secara mandiri serta menuju manusia yang fitrah. Hakekatnya Upaya manusia didalam rangka mengembangkan dan menghidupkan potensi bio energi yang terdapat dalam tubuh melalui rangsangan, serapan, daya inti bumi dan prana alam yang insya Allah dengan ridhoNya mampu mewujudkan manusia yang utuh dengan kondisi fitrah yang serasi, selaras, seimbang. Sehingga naluri alamiahnya dapat bekerja aktif otomatis memiliki pribadi yang berjati diri yang sehat jasmani dan ruhani.
  2. Keilmuan “Senam Pernafasan Lansia” yaitu keilmuan yang diperuntukkan bagi manula (lanjut usia). Tujuannya untuk menciptakan kondisi taqwa dan berpasrah diri pada yang Maha Kuasa, serta membangkitkan semangat ibadah yang baik dan ikhlas.Hakekatnya adalah Upaya manusia yang telah memasuki usia udzur untuk mempersiapkan hati yang bersih jiwa yang penuh taqwa kepada Allah swt dengan kondisi badan yang segar, sehat serta memiliki cahaya keimanan menjadikan khusnul khotimah di akhir hayat dengan melaksanakan inti nafas dzikir “Lailaha illAllah” dengan melakukan gerak jurus yang sederhana.
  3. Keilmuan “Macro Cosmos” : Keilmuan ini diperuntukkan bagi yang sudah mencapai tingkat Purnama Bersinar-1 (Tingkat VIII.1)
  4. Keilmuan "Senam Pernafasan Wanita" , tujuannya yaitu memberikan nilai-nilai tauhid kepada kaum wanita muslimah supaya dapat menjaga hati, ketaatan kepada Allah serta menjaga harga diri dan kehormatannya.Hakekatnya adalah Upaya kaum wanita muslimah untuk mewujudkan harapan ; bila sebagai seorang ibu akan dapat mendidik putra-putrinya menjadi anak yang soleh dan solehah, sebagai pribadi dia akan selalu dapat menjaga ketaatannya dalam bertaqwa, dan sebagai istri dengan ikhlas mendarmabaktikan dirinya kepada suami, guna memperoleh kebahagian dunia dan akhirat.
  5. Keilmuan “Senam Pernafasan anak-anak”; tujuannya yaitu keilmuan yang dikhususkan untuk anak-anak 7 sampai 15 tahun. Selain menanamkan nilai-nilai tauhid secara dini kepada anak-anak, keilmuan ini juga bertujuan untuk melatih dan mencerdaskan otak kanan dan otak kiri pada anak-anak, sehingga muncul jiwa dan kreativitas yang baik dan berkembang secara positif.

Sabtu, 10 Januari 2009

FILSAFAT SATYA BUANA

Bagi rekan-rekan yang ingin mengetahui filsafat dari masing-masing tingkatan yang ada di dalam Satya Buana, berikut ini saya postingkan tulisan dari Bapak Drs. Edi Suwono, Pembina POTD Satya Buana dalam BUKU 1 tentang Keilmuan Satya Buana.

MENGOLAH MICRO COSMOS KEHIDUPAN DUNIA
Pengantar Keilmuan dari orang yang terkontaminasi mewujudkan kondisi fitrah.

Filosofi Tingkatan dalam Satya Buana
  1. Tingkat PEMULA, disebut sebagai bayi yang baru lahir
  2. Tingkat TIGA SERANGKAI (TS), disebut sebagai anak yang belajar tata krama
  3. Tingkat PRANA MIDI (PM), disebut sebagai anak baligh yang mengetahui baik dan buruk
  4. Tingkat PAYUNG BERPUTAR (PB), disebut sebagai orang dewasa yang mampu berfikir secara jernih, baik yang riil maupun abstrak
  5. Tingkat PERAHU MENDAYUNG (PD), disebut sebagai orang dewasa yang dapat mengendalikan hati (hati adalah pusat manusia dan pusat syetan) agar manusia dapat membedakan bisikan hati nurani atau bisikan syetan
  6. Tingkat LAYAR BERKEMBANG (LK), disebut sebagai orang dewasa yang matang pengetahuan dan dapat menentukan arah hidup
  7. Tingkat SAMUDERA MERANTAI (SR), disebut sebagai orang dewasa yang berlatih kesabaran dalam menghadapi tantangan hidup
  8. Tingkat PURNAMA BERSINAR (PS), disebut sebagai orang yang telah mendapatkan penerangan dan penyatuan hati dan fikiran yang jernih
  9. Tingkat BINTANG LIMA MENUJU PURNAMA (BLP), disebut sebagai orang tua yang kaya pengalaman, mengerti kejadian-kejadian di dunia dan mengamalkan pengetahuan dan kemampuannnya itu untuk kemanusiaan dan lingkungan alam
  10. Tingkat SATYA BUANA, disebut sebagai orang tua yang siap menghadap panggilan Illahi penuh dengan keikhlasan dan bekal amalan yang ikhlas